Begini Cara Cegah Covid-19 ala Seniman Wonosobo

  • Whatsapp
Pengambilan gambar di studio Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo

WONOSOBO, NewsRepublik.com – Gara-gara tidak disiplin mengenakan masker saat ke luar rumah, seorang pedagang asongan dinyatakan positif Covid-19. Ia akhirnya menukarkan penyakitnya pada istri dan anaknya hingga mereka berstatus reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Kini, keluarga kecil tersebut kalang kabut karena sang ayah harus diisolasi di rumah sakit, sehingga istrinya yang membuka jasa cuci keliling harus beralih peran menjadi tulang punggung keluarga.

Bacaan Lainnya

Sepenggal kisah tersebut adalah skenario drama sepanjang 30 menit yang akan segera ditayangkan di kanal TV Streaming Resmi Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Drama satu babak tentang penularan virus Corona tersebut diperankan oleh sejumlah seniman panggung yang tergabung dalam Forum Koordinasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Wonosobo. Skenarionya dikerjakan dalam waktu 3×24 jam oleh Sugiyana, salah satu anggota senior FK Metra Wonosobo.

“Awalnya dari diskusi di grup FK Metra kabupaten. Bagaimana kami-kami para seniman ini bisa turut membantu upaya sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat agar tak mengendurkan kewaspadaan pada potensi bahaya Covid-19,” terang Sugiyana saat pengambilan gambar di studio Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Kamis (9/7/2020)

Ditambahkan, semula sepasang suami istri yang menjadi lakon dalam drama tersebut adalah karyawan perusahaan. Namun, mereka terkena PHK akibat perusahaan tak kuat menanggung beban operasional di masa pandemi Covid-19. Kedua suami istri itu, menurut Sugiyana, lantas berupaya menjaga nafkah keluarga dengan berusaha mandiri, sang suami berdagang asongan, sementara istrinya membuka jasa cuci keliling.

“Sayangnya, dalam usahanya mereka ini kurang menyadari bahaya virus Corona, sehingga setiap berkeliling menjajakan jasa, maupun dagangannya tidak pernah mengenakan masker maupun disiplin mencuci tangan,” lanjut Sugiyana.

Sugiyana berharap, kisah yang diangkatnya itu dapat memberikan edukasi kepada publik untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Sehingga, masyarakat harus makin berhati-hati, dan disiplin menaati protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro, menjelaskan, pementasan drama tersebut merupakan salah satu bentuk media kreativitas sekaligus komunikasi visual para seniman di Wonosobo.

“Kami di Diskominfo akan sangat senang untuk mendukung dan memfasilitasi setiap bentuk kreativitas para pelaku seni, sepanjang hal itu tetap dalam koridor protokol kesehatan, serta bisa memberikan edukasi kepada publik,” tegas Eko.

Perihal rencana keberlanjutan upaya edukasi melalui kesenian oleh anggota FK Metra Wonosobo, Kepala Seksi Pemberdayaan Komunikasi Sosial Bidang IKP Diskominfo, Ganeswara Wibawa, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan para seniman. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan program FK Metra bisa kembali bergulir setelah sempat ditunda karena kondisi pandemik.

“Rencana pada awal tahun memang ada sejumlah agenda, seperti seleksi Pertunra, atau Pertunjukan Rakyat yang sedianya untuk memilih wakil Kabupaten (Wonosobo) di ajang lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah, mungkin akan kami alihkan di kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Ganeswara berharap, upaya fasilitasi tersebut dapat mengasah kreativitas para seniman sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-9 di Kabupaten Wonosobo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *