Puluhan Guru Ngaji Bondowoso Ikuti FGD, Metode Pengajaran Membaca Al Qur’an

BONDOWOSO, TerbitanNews.com – Puluhan guru ngaji dari berbagai wilayah Bondowoso mengikuti FGD ( Focus Group Discussion) dengan tema “Peran Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Kwalitas SDM Guru Ngaji Melalui Pelatihan dan Pembinaan”, di Pendopo Bupati, Kamis (27/2/2020).

Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Research Daerah (DRD) itu, dibuka langsung oleh Bupati Salwa Arifin, didampingi oleh Sekretaris Daerah Syaifullah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua DRD Kabupaten Bondowoso, M. Tahir, menjelaskan, muncul keluhan beberapa bulan sebelumnya terkait metode mengajar ngaji. Dimana dari 5.435 guru ngaji di Bondowoso, metode mengajar ngaji yang digunakan berbeda-beda.

Di sisi lain, di era majemuk ini penting sekali untuk menjadi bagian dalam mengawal dan menjaga Al Qur’an melalui proses belajar mengajar di Mushollah dan Masjid.

“Saat ini banyak metode baru yang sudah dikembangkan. Sehingga percepatan pemahaman dan pembacaan Al Qur’an bisa disaksikan di Bondowoso,” Jelasnya.

Karena itulah, pihaknya mencoba mendiskusikan dengan guru ngaji melalui FGD ini, untuk menyempurnakan metode yang ada.

Sementara itu, Bupati Salwa Arifin, mengatakan, meningkatkan SDM ribuan guru ngaji menjadi sangat penting. Karena, memang ada bermacam-macam metode cara mengajar yang digunakan oleh guru ngaji. Yakni menggunakan metode mengajar membaca Al Qur’an dengan cara modern maupun tradisional.

Karena itulah, untuk penyempurnaan metode yang ada ini dilakukan diskusi bersama, agar ada kesamaan. Sehingga manakala ada generasi muda mengaji di masjid yang satu dengan yang lain, memiliki waktu yang sama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an.

“Saya ingin ada kesamaan. Tapi bukan berarti kita menafikan metode yang lama,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu pun, Bupati Salwa mengungkapkan apresiasinya terhadap guru ngaji yang dinilai bukan hanya mengajarkan cara membaca Al Qur’an. Namun juga memberikan pembinaan akhlak, dan pendidikan karakter. Karena itulah, pemberian insentif guru ngaji yang nilainya Rp 1,5 juta per tahun, dinilainya masih perlu ditingkatkan lagi.

“Mungkin tolong Pak Sekda ada peningkatan lagi,”pungkasnya.

Usai seremonial FGD tersebut, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Sekrestaris Daerah Syaifullah, dan sejumlah narasumber.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan