Relokasi PKL Alun-alun Bondowoso, Andi Hermanto Minta Pejabat Jangan Asbun

  • Bagikan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Informasi dalam waktu dekat ini Pemkab Bondowoso akan merelokasi PKL ke tempat yang sudah disediakan, di Jembatan Ki Ronggo. Namun, belum diketahui secara pasti kapan hari dan tanggalnya.

Usai rapat koordinasi dengan Wabup dan sejumlah OPD, Ketua Komisi III, Sutriono, mengaku prihatin soal pedagang kaki lima (PKL) atas prilaku pejabat Pemerintah kabupaten Bondowoso.

“Mestinya kalau mau statement masalah PKL koordinasi dulu dengan yang lebih tahu. Pasalnya, untuk membangun Alun-alun itu tidak hanya sekedar merencanakan, tapi dampaknya juga sudah dipikirkan,” kata Sutriono, Politisi PKB.

Ia berharap semua stakeholder untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan pembangunan Alun-alun tersebut. Karena Alun-alun itu adalah wajah dan icon Bondowoso.

“Oleh karena itu, saya juga minta sama PKL untuk memahami tuntutan jaman, karena tidak selamanya Alun-alun itu dibiarkan kotor seperti itu. Maka kita harus berkaca kepada Kabupaten tetangga yang Alun-alunnya rapi dan indah,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Andi Hermanto, meminta eksekutif tidak asal bunyi (asbun) soal relokasi PKL di Alun-alun RBA Ki Ronggo.

Menurutnya, perencanan pembangunan Alun-alun itu sudah dilakukan dua tahun yang lalu. Sehingga konsep yang telah matang itu jangan di rubah.

“Jadi, saya minta pejabat Pemkab Bondowoso jangan asbun, karena rencana revitalisasi Alun-alun itu sudah matang,” kata Andi Hermanto, Senin, (17/2/2020).

Bupati dan Wakil Bupati, sambung Andi, merencanakan pembangunan Alun-alun itu tidak hanya sekedar merencanakan, tapi sudah dikaji secara ilmiah. Karena berkaitan dengan hajat orang banyak.

“Kapan lagi kita mau merubah wajah Bondowoso, kalau pejabatnya hanya asal bunyi tanpa koordinasi dengan atasannya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: