Wabup Irwan Apresiasi KPKNL Jember Pilih Kopi Bondowoso Sebagai Produk Unggulan, Sambut Vendu Reglemen

BONDOWOSO, TerbitanNews.com – Menyambut hari terbitnya UU Lelang (Vendu Reglement) setiap tanggal 28 Februari, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan Jember akan mengadakan kegiatan lelang khusus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tanggal 17 Maret 2020.

Kepala KPKNL Jember, Mohammad Lukman Shaleh, mengatakan bahwa dalam lelang UMKM tersebut akan dipilih produk-produk unggulan dari Kabupaten Bondowoso khususnya komoditas kopi. Tujuannya agar produk kopi Bondowoso lebih dikenal lagi secara internasional.

Bacaan Lainnya

“Ini lelang sukarela bukan lelang eksekusi produk unggulan UMKM. Kami mengharapkan banyak, tapi mengingat sempitnya waktu ya mungkin lima UMKM saja,” jelasnya saat ditemui di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Kamis (27/2/2020).

Lanjut Lukman mengatakan, akan menggunakan mekanisme lelang online sehingga cakupan secara nasional lebih baik. Sebab, kopi Bondowoso merupakan komoditas unggulan yang saat ini belum banyak dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki prospek yang bagus.

“Kami ingin mempunyai peran disitu untuk memasarkan kopi Bondowoso,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengapresiasi upaya KPKNL Jember yang akan bekerja sama dengan Pemkab Bondowoso untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Bondowoso melalui website resmi KPKNL.

“Sehingga ikon Republik Kopi Bondowoso yang dipopulerkan oleh Pak Amin (Bupati sebelumnya) memang layak untuk dijual,” tandasnya.

Selain kopi, sambung Wabup Irwan, produk unggulan lainnya yang akan dimasukkan ke dalam website resmi mereka adalah teh, produk olahan tape dan batik.

“UMKM yang potensi utamanya bidang kopi, bidang batik dan tape,” jelasnya.

Untuk informasi, jumlah UMKM di Bondowoso yang resmi terdaftar di Dinas Koperasi Dan Perdagangan saat ini sebanyak 38 ribu. Dari jumlah tersebut akan dipilih UMKM yang memiliki potensi terutama di bidang kopi, tape dan batik.

“Mereka akan memasukkan ke dalam website beberapa Profile Company UMKM kita untuk dimasukkan dalam lelang sesuai standart mereka,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Wabup optimis, upaya pengembangan UMKM di Bondowoso tidak terpengaruh oleh defisit anggaran. Karena UMKM sebagai penggerak ekonomi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan PAD Bondowoso.

“Ya diharapkan UMKM harus Go International, apalagi sekarang dibantu oleh KPKNL,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan