Dihantam Covid-19, Pelajar Sambil Bekerja Untuk Penuhi Kuota Internet

Salah satu siswa tampak bekerja dipusat kerajinan semping di Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Selasa (23/2/21). (moh raihan)

SITUBONDO,Newsrepublik.com-Ditengah pandemi Covid-19, sejumlah siswa yang ada di Kota Santri Situbondo mengaku bersekolah sambil bekerja di tempat pusat kerajinan. Itu dilakukan, selain untuk melatih potensi keterampilan juga untuk menambah penghasilan demi untuk menopang kebutuhan paketan kuota internet sehingga dapat mengikuti sistem pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) dari sekolah. Hal itu diakui salah satu pelajar tingkat menengah asal Kabupaten Situbondo Selasa. (23/2/21).

Menurut Aliman, ia memiliki tempat kerajinan semping yang ada di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Keberadaan siswa sambil bekerja, aku Aliman, diakui dapat memotivasi dirinya karena selain bisa ikut mendorong agar pelajar itu bisa belajar secara mandiri juga dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif. “Ya dengan sambil bekerja, mereka para siswa banyak sisi manfaatnya,” ujar Aliman.

Bacaan Lainnya

Aliman menambahkan, dirinya memberi peluang kepada para siswa untuk belajar keterampilan, karena selama masa pandemi Covid-19 para siswa lebih banyak diam di rumah. Kata Aliman, dengan sambil bekerja mereka tidak membuang waktu hanya untuk bermain dan sebaliknya dapat mengisi waktu dengan sejumlah kegiatan positif selama belum mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). “Ya kami sangat bersyukur mereka mau berlatih keterampilan di sini sehingga menjadi pelajar yang mandiri. Paling tidak mereka tidak membuang waktu sia sia atau hanya sekedar main game di rumah,” ujar Aliman.

Aliman menambahkan, dirinya sudah cukup lama fokus mengelola kerajinan setengah jadi dari salah seorang pengusaha kerajinan yanag ada di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Ini ditempuh, ungkap Aliman, karena belum memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan kerajinan sendiri. “Ya ini semua bahan bakunya dikirim pengrajin dari Panarukan. Kami hanya mengerjakan kerajinan setengah jadi. Baru setelah itu diproduksi di tempat pusat pengrajin,” urai Aliman.

Masih kata Aliman, pandemi Covid secara otomatis berdampak bagi lesunya ekonomi, termasuk di Kota Santri Situbondo. Termasuk juga dari kalangan pengrajin ikut kelimpungan akibat serangan pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun belakangan ini. Disisi lain, para pengrajin kini juga sangat membutuhkan bantuan modal untuk memulai usaha yang ditekuni. “Yang terjadi saat ini termasuk kami dana yang dimiliki sangat terbatas. Sehingga kami masih mengambil pesanan dari pengrajin lain dan hanya mengerjakan kerajinan produk dengan setengah jadi,” pungkas Aliman. (han/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan