Kelola Taman Gayam Bisa Sumbang Kas RT

  • Bagikan
Taman Gayam di RT 03 RW 03, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang

SAMPANG,Newsrepublik.com-Cukup inovatif dan patut dicontoh dalam pengembangan taman lingkungan disekitar kita. Rofii (46), salah satu tokoh lingkungan yang awal tidak pernah dilirik warga sekitar, saat ini melalui tangan terampilnya Taman Gayam di RT 03 RW 03, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, dibuat semua orang terkesima dan ingin mengunjunginya. Bahkan sentuhan tangan trampilnya membuat pengelolaan taman tersebut bisa menyumbang kas RT setempat setiap tiga bulan.

Rofii saat ditemui dilokasi Taman Gayam, ia menjelaskan taman ini awalnya hanya berupa lahan tidur yang tidak pernah terurus, bahkan warga sekitar juga engan untuk mendatanginya, berbekal ilmu pengelolaan lingkungan, secara swadaya saya dibantu warga dan RT setempat mulai menatanya dengan beberapa tanaman hias dan melakukan pengecetan.Sabtu (25/7/20).

“Akibat kerja keras kami bersama warga lingkungan kami dinobatkan salah satu terbaik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Sampang, hal itu membuat kami tambah semangat dan ingin terus berinovasi mengebangkan potensi disekitar taman gayam yang luasnya kurang lebih setengah hektar”.jelasnya.

Lanjut Rofii untuk menunjang penghasilan pengembangan taman, saat ini kami sudah menambah pengembangan budidaya lele sebanyak 22 kolam dengan isi setiap kolam 3000 bibit lele, bahkan setiap panen 3 bulan kami juga menyumbang ke kas RT. Selain itu usaha cafe kecil sudah ada dilokasi sebagai upaya penghasilan warga sekitar, bahkan saat ini akan mulai kami kembangkan lagi penangkaran kelinci dan pengelolaan bank sampah.

Sementara Bisrul Hafi selaku ketua di RT 03 RW 03, Kelurahan Banyuanyar, ia sangat berterimakasih atas kerja kerasnya Pak Rofii bersama warga yang bersama-sama peduli untuk mengembangkan lingkungan.

“Saat ini Taman Gayam sudah mulai banyak yang mengunjunginya karena tempatnya sangat asri dan nyaman, tidak hanya warga sekitar yang datang karena kami gratiskan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Konsep taman wisata edukasi mungkin menjadi salah satu ikon Taman Gayam yang akan terus dikembangkan kedepan”.imbuhnya.(kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: