Nelayan Camplong Tetap Tagih CSR HCML

  • Bagikan
Rapat koordinasi GSM dan Nelayan Camplong, Kabupaten Sampang

SAMPANG,Newsrepublik.com- Gerakan Sampang Menggugat (GSM) bersama nelayan Camplong yang dinahkodai tokoh pemuda asal Camplong, terus mendorong tagih dana Corporate Social Responsibility (CSR) hak nelayan di 6 Desa di Kecamatan Camplong.

Pasalnya CSR tersebut merupakan hak nelaya terdampak ekplorasi gas bumi di pantai lepas Camplong-Sampang. Kegiatan ekplorasi yang dilakukan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) sudah berjalan mulai 2017. Namun kontribusi perusahaan minyak dan gas (migas) tersebut hingga saat ini masih disoal Nelayan Camplong.

Syamsuddin selaku Koordinator GSM sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi nelayan di 6 Desa, yakni Desa Tanjung, Sejati, Dharma Camplong, Banjar Talela, Tambaan, dan DesaTaddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada pihak HCML dan instansi terkait namun hingga saat ini masih belum ada keputusan kongrit, dan masih ditampung dan akan dibicarakan dengan pemda Sampang.Kamis (2/7/2020).

Kata pria yang akrab disapa Gus Syam itu, selama ini aktivitas eksplorasi migas oleh HCML di perairan Sampang belum ada kontribusi nyata kepada masyarakat dan pemkab. Diamencatat sudahlima kali demontrasi bersama warga, baik langsung ke tengah laut maupun di darat, bahkan hari Selasa kemaren kami bersama nelayan bertemu dengan pihak HCML dan berjanji akan memenuhi keinginan nelayan, namun masih ada persoalan teknis bahwa kesepakatan dengan nelayan akan dibicarakan dengan pemerintah daerah.

“Permintaan kami dengan para nelayan ini terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari HCML selama melakukan aktifitas ekploraai belum ada kontribusi pada nelayan di 6 Desa di Camplong. Padahal jika mengacu pada ekplorasi yang dilakukan PT. Santos di perairan laut Sampang yang potensi migas lebih kecil dibanding ekplorasi yang dilakukan HCML. PT Santos sejak tahun 2008 lalu rutin mengelontorkan pada nelayan di 6 Desa tersebut kurang lebih RP.200 juta per-desa”. Pungkas Syamsuddin mantan anggota DPRD Sampang.

Gus Syam berharap pihak perusahaan migas benar-benar berkometmen menjaga kesepakatan dengan nelayan dua hari lalu, siap mengeluarkan CSR dan iktikad baik berupa janji akan memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak, tapi mengenai teknis pelaksanaan masih akan dibicarakan dengan pemerintah daerah.(KH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: