Satu e-Warung Bisa Tangani Ratusan KPM

SAMPANG, NewsRepublik.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini berubah menjadi program sembako, yaitu untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan meningkatkan ketahanan pangan ditingkat keluarga penerima manfaat (KPM), sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Seperti yang sudah kita ketahui program sembako sendiri mekanisme penyalurannya menggunakan non tunai, yaitu menggunakan kartu combo yang di berikan ke-KPM. Dengan proses pengambilan KPM harus mendatangi e-Warung yang sudah disediakan.

Bacaan Lainnya

Sementara penyediaan jumlah e-Warung di setiap wilayah harus mengikuti banyaknya jumlah KPM di wilayah tersebut.
Menurut Dinas Sosial (DINSOS) Sampang, melalui Kabid pemberdayaan sosial dan fakir miskin, M Nashrun mengatakan banyaknya jumlah e-Warung tergantung dari pihak kepala desa.

“Banyaknya jumlah e-Warung itu tergantung dari pihak kepala desa, namun menurut pedoman umum (PEDUM) satu e-Warung minimal menangani 250 KPM,” terang Nashrun saat ditemui, Kamis (23/7/20)

Lebih lanjut Nashrun menjelaskan, jika diwilayah tersebut kuota penerima lebih dari 250 KPM, “Misalkan ada 300 atau sampai 600 KPM, bisa menambah e-Warung agar ada tandingan kualitas dari masing-masing e-Warung,” ungkapnya. (Jk/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan