Pembunuhan Waria di Bangkalan Bermotif Kesal

  • Bagikan
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, Kasatreskrim Agus Sobarna Praja dan Humas Polres Bangkalan M Barudi saat konferensi pers di Mapolres Bangkalan

BANGKALAN, Newsrepublik.com – Pelaku pembunuhan waria di Kecamatan Modung, Bangkalan pada Kamis 03 September kemarin akhirnya ditangkap.

Motif pembunuhan itu pun terungkap, yakni lantaran pelaku kesal karena korban memaksa pelaku untuk melakukan perbuatan asusila.

Pelaku berinisial MN (17) ditangkap beberapa jam pasca kejadian di jalan sekitar Pasar Modung saat mengendarai sepeda motor bersama temannya inisial MA (16) yang hingga saat ini masih dalam proses pengejaran.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 wib. Saat itu pelaku bersama temannya datang ke salon milik korban dengan tujuan ingin mengecat rambut dan memperbaiki alis.

“Namun korban mengajak pelaku berbuat tidak senonoh dan pelaku menolak, akhirnya sekitar pukul 14.00 wib, terjadilah pembunuhan itu,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Bangkalan, Jumat 04 September 2020.

Rama juga menjelaskan, pelaku membunuh korban dengan cara memukul korban dengan kayu sebanyak tiga kali di kepala bagian belakang korban, namun karena badan korban cukup besar, korban masih melawan.

Karena korban melawan, kemudian pelaku dibantu oleh temannya. Dan setelah korban lemah, pelaku mengikat tangan dan kaki korban, setelah itu, korban diseret ke kamar mandi lalu kembali dipukul hingga pingsan.

“Setelah itu, korban dimasukkan ke bak air. Kemudian pelaku mengikat leher korban dengan selang air warna biru dan dikaitkan ke plafon kamar mandi, membuat seolah-olah korban bunuh diri,” tambah dia.

Setelah itu, lanjut kapolres, pelaku mengambil handphone dan sepeda motor korban. Beberapa waktu kemudian, korban membuat status WhatsApp dari hp korban seolah-olah korban pamit akan bunuh diri.

“Baru setelah pukul 17.50 korban ditemukan oleh santri yang hendah potong rambut di salon korban,” lanjutnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 atau pasal 351 ayat 3 juncto pasal 55 dan pasal 363 ayat 1, 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (San/kh).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: