Penyidik Serahkan Tersangka Beras Oplosan ke Kejari Sumenep

Tersangka beras oplosan, Latifa (tengah) saat menjalani pemeriksaan awal oleh Jaksa

SUMENEP, Newsrepublik.Com – Penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur menyerahkan berkas tahap kedua kasus dugaan beras oplosan dengan tersangka Latifa sebagai pemilik gudang beras penyedia bansos BPNT.

“Hari ini penyidik telah menyerahkan berkas tahap kedua kasus beras oplosan ke Kejari dengan tersangka Latifah,” kata Lasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (7/9/2020).

Bacaan Lainnya

Penyerahan berkas tahap kedua itu diterima langsung oleh Ajun Jaksa Anisa Novita Sari, SH di ruang staf pidum Kejaksaan Negeri Sumenep. Sebelum diserahkan, tersangka Latifah terlebih dahulu dilakukan rapid tes di Polik linik Polres Sumenep.

“Penyidik bersama jaksa mengecek dan meyerahkan barang bukti berupa 1 unit Truk, beberapa dokumen dan barang bukti lainya di kantor Kejaksaan Sumenep,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, setelah diserahkan, tersangka langsung dilakukan pemeriksaan awal oleh Jaksa dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Kamarullah, SH.

“Tersangka tidak dilakukan penahanan oleh Jaksa di Rutan, melainkan menjadi tahanan Kota,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus tersebut bermula saat Polres Sumenep menggerebek Gudang Yudhatama Art di Jalan Merpati 3A Pamolokan, Sumenep, Rabu (26/02/2020) lalu. Saat digerebek, diketahui terjadi kegiatan pengoplosan beras antara beras Bulog dengan beras petani.

Beras itu, rencananya akan dikirim ke kepulauan di Sumenep untuk memenuhi kebutuhan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat digerebek, Polisi juga menemukan satu truk beras oplosan yang dikemas dalam karung berlebel “Ikan Lele Super” siap edar.

Saat itu, Latifah sebagai pemilik gudang beras tersebut diduga melanggar Pasal 62 UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 139 UU 18/2012 tentang Pangan, dan pasal 106 UU 7/2014 tentang Perdagangan. (Zola/kh).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan