Bukan Malam, Inilah Jam yang Pas Untuk Berhubungan Intim Menurut Pakar

  • Bagikan

KESEHATAN, Terbitan.com – Hubungan intim selain bisa meningkatkan mood, berhubungan suami istri juga bisa menyehatkan dan bisa menghilangkan lemak di dalam tubuh. Baru tahu kan?

Bahkan para peneliti menunjukkan hubungan seksual dapat memperpanjang hidup seseorang.

Di sini, hormon memiliki implikasi besar dalam kehidupan seksual, serta perasaan yang kita rasakan setelah melakukannya.

Baca Juga : Meghan Markle Melahirkan di Kehamilan 41 Minggu, Peneliti; ‘Bayi Lahir Terlambat Otaknya Lebih Pintar Tapi Berisiko Cacat Fisik’

Membahas hubungan seks alias hubungan intim, selama ini kita tahu jika berhubungan badan intim yang baik itu saat malam hari ketika hendak tidur.

Tapi ternyata ini bukanlah waktu yang bagus untuk berhubungan intim.

Ternyata, melansir Daily Mail, waktu yang pas bagi pasangan untuk berhubungan intim adalah ketika sore hari, tepatnya jam 3 sore.

Alasannya, ini adalah waktu di mana hormon kortisol pada wanita sedang tinggi, yang membantu kewaspadaan dan paling aktif.

Sekitar waktu yang sama, pria meningkatkan kadar estrogen, membuat mereka ‘lebih terbuka secara emosional’ saat berhubungan seks.

Pakar hormon Alisa Vitti menggambarkan, jam 3 sore sebagai ‘kegembiraan sore hari’.

Ini merupakan tindakan kompromi yang sempurna untuk kepuasan masing-masing pasangan.

Pria bisa dan mampu memberi wanita ‘dukungan emosional’, pun pria masih bisa mendapat kenikmatan.

Miss Vitti, penulis panduan hormon WomanCode mengatakan, ketika pria tidur, mereka memproduksi testosteron, hormon utama dalam gairah dan kinerja seksual.

Tingkat puncaknya di awal hingga pertengahan pagi, artinya ini adalah waktu yang tepat bagi pria untuk berhubungan seks.

“Pria lebih tertarik memulai seks selama masa ini dan lebih mampu melakukan respons seksual yang lebih baik,” tambahnya.

Namun, sore hari adalah waktu yang baik bagi pria untuk berhubungan seks karena di saat kadar testosteron mereka turun, kadar estrogen mereka meningkat.

“Walaupun ini mungkin tidak tampak seperti pengaturan logis untuk kepuasan, mengingat dukungan testosteron sebelumnya, kombinasi ini sebenarnya membuat pria lebih hadir secara emosional selama berhubungan seks dan lebih mampu fokus pada kebutuhan dan kepuasan (wanita),” kata Miss Vitti.

Dia juga mengatakan waktu terbaik dalam sebulan untuk berhubungan intim adalah selama sepuluh hari atau lebih setelah ovulasi.

Yaitu ketika wanita mengalami lonjakan estrogen dan testosteron yang menyebabkan mereka ingin ‘meroket’ yang mana artinya sedang berhasrat tinggi.

Dia menambahkan, pada titik ini wanita merasa jauh lebih menghargai dalam menerima kesenangan dari pasangan.

Namun ia tetap mengatakan waktu yang baik bagi wanita untuk berhubungan intim adalah siang hingga sore.

“Waktu terbaik bagi wanita untuk mendapatkannya, tidak peduli fase apa pun, adalah siang hingga sore hari. Ini adalah ketika kortisol masih berlimpah dan energi tinggi,” tuturnya.

Trik untuk memiliki kehidupan seks yang benar-benar memuaskan adalah agar pasangan mencari cara untuk menyinkronkan hasrat mereka, kata Miss Vitti, yang menghitung bahwa kompromi terbaik antara pria dan wanita adalah jam 3 sore.

Tapi sebuah penelitian lain mengungkapkan tubuh manusia menghasilkan lonjakan hormon seks dan adrenalin pertama kali di pagi hari.

Karena itu, peneliti seks menyarankan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk ‘bersenang-senang’.

“Pada pria, level testosteron memuncak sekitar pukul 7 pagi, sementara Anda berdua akan sepenuhnya beristirahat, dengan indera yang meningkat,” kata terapis seks Suzie Hayman.

Ia juga menambahkan, wanita cenderung lebih sensitif dan responsif saat bangun tidur.

Selain itu, jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan untuk pemanasan hampir dua kali lipat di pagi hari, menurut sebuah studi dari Rutger’s University di AS.

Ini adalah saat ketika pasangan paling mungkin untuk mengalami orgasme dan hamil, menurut penelitian dari University of Modena di Italia.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: