Dispendukcapil Sampang Tak Lagi Terbitkan Suket Ganti e-KTP

SAMPANG, Terbitan.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang saat ini sudah tidak lagi menerbitkan surat keterangan (Suket) sebagai ganti e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) seperti sebelumnya.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, Edi Subianto, mengatakan pihaknya tidak lagi menerbitkan suket sebagai ganti e-KTP, menurutnya itu dilakukan setelah dinilai belangko e-KTP yang ada dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masyarakat tidak perlu khawatir, kami sudah tidak mengeluarkan suket, hanya menunggu beberapa menit setelah rekaman, e-KTP sudah bisa kami cetak,” ungkap Edi saat ditemui terbitan.com di ruang kerjanya, Rabu (18/03/2020).

Edi sapaan akrab Edi Subianto menambahkan, Dispendukcapil Kabupaten Sampang saat ini mampu mencetak 400 e-KTP dalam setiap harinya, menurutnya hal itu bukan tidak berdasarkan perhitungan, ia mengatakan jumlah yang dicetak sudah maksimal berdasarkan kondisi yang ada.

“Satu e-KTP membutuhkan waktu cetak tiga menit, kami menggunakan 3 alat cetak, sehingga angka 400 tadi sudah kami hitung sesuai keberadaan alat dan jam kerja yang ada,” jelasnya.

Namun, dirinya mengaku telah melakukan pemerataan di setiap Kecamatan di Kabupaten Sampang, itu dilakukan menurutnya untuk mempermudah akses masyarakat agar tidak ketinggalan informasi mengenai adanya blangko e-KTP.

“Tentu kami memberikan jatah setiap kecamatan, selain untuk pemerataan, itu kami lakukan untuk mempermudah akses masyarakat yang jauh agar tidak hanya mendengar kabar bahwa blangko e-KTP ada, misalnya di Sampang utara yang jauh sekali, nanti dengar kabar setelah itu blangko sudah habis, makanya kami berikan ke Kecamatan untuk mempermudah itu,” tandasnya.

Edi memastikan tidak akan lagi ada kekurangan belangko e-KTP di Kabupaten Sampang, setelah sebelumnya menerima sebanyak sekitar 15 ribu blangko, berdasarkan perintah dari pemerintah pusat untuk mengambil sebelum kehabisan.

“Sebelumnya kami terima 8 ribu, kedua 7 ribu blangko, dan kami akan mengambil blangko kembali ke Jakarta jika di Sampang sudah tersisa 2 ribu, agar pas Saat kami datang blangko di sini masih ada sisa, jadi kami pastikan tak akan ada lagi kekurangan,” pungkasnya.(Adie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan