Dituding Lakukan Pungli Jual Beli Lahan, Ini Tanggapan Ketua Paguyuban PKL SGB

Ketua dan Sekretaris Paguyuban PKL SGB Saat memegang print out pemberitaan yang menudingnya

BANGKALAN, Newsrepublik.com – Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dituding melakukan pungutan liar (pungli) jual beli lahan tempat berjualan di sekitar SGB.

Tudingan itu muncul di pemberitaan di salah satu media online pada tanggal 18 September 2020. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa puluhan anggota paguyuban PKL itu membuat dan mengirimkan mosi tidak percaya kepada ketua paguyubannya.

Bacaan Lainnya

Selain itu juga dijelaskan, surat mosi tidak percaya yang ditandatangani oleh 59 anggota PKL itu dibuat lantaran selama ini sudah ada penarikan dana Rp 2000 setiap 12 jam, namun hingga kini belum ada kejelasan peruntukan dana tersebut.

Tak hanya itu, dalam pemberitaan itu juga dijelaskan bahwa selama ini ada indikasi dugaan praktek jual beli lahan lapak pedagang yang dilakukan oleh ketua paguyuban.

Menanggapi tudingan itu, Ketua Paguyuban PKL SGB, Moh Fauzi mengatakan, semua tudingan itu tidak benar. Menurutnya, dia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya itu.

Dia menjelaskan, penarikan iuran Rp 2 ribu setiap 12 jam itu memang ada, akan tetapi peruntukannya jelas dan rincian catatannya pun juga ada sejak dia menjabat.

“Uang itu kita gunakan untuk kebersihan, mulai dari tukang sapu, tukang angkut, beli tempat sampah hingga tukang potong rumput ketika sudah panjang,” jelas dia.

Selain itu, dia juga membantah adanya tudingan jual beli lahan lapak pedagang. Menurutnya, yang ada adalah jual beli lapak (rombong), dan itu pun perseorangan, pihaknya hanya sebatas mengetahui sebagai ketua paguyuban.

Dengan adanya tudingan itu, Fauzi meminta agar yang bersangkutan, baik pihak media yang menulis maupun pihak lainnya membuat permintaan maaf secara terbuka melalui media, sebab menurutnya, tindakannya sudah melampaui batas.

“Saya ingin yang bersangkutan meminta maaf melalui media, karena ini dimunculkan di media, kalau tidak, saya akan menempuh jalur hukum, karena media itu juga tidak ada klarifikasi kepada saya,” ucapnya. (San/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan