Jalan Desa Hajak Terancam Putus Akibat Longsor, Warga Jadi Was-Was Akan Rumahnya

Teoritas
Dicoba

MUARA TEWEH, terbitan.com – Akibat longsor pada pinggir jalan lingkungan RT 06 Desa Hajak terancam putus, kini menjadi perhatian beberapa warga setempat maupun termasuk para pendatang yang melintas memasuki Desa Hajak, kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

” Karna jalan tersebut merupakan jalan aktifitas dari kebun karet mereka, bahkan membahayakan bagi para pejalan kaki maupun pemakai kenderaan roda dua dan yang paling parahnya membahayakan rumah warga dekat daerah jalan yang lunsus itu.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Hajak Sariono atau yang sering dipanggil Pak Daweng saat memberikan keterangan tentang longsornya jalan tersebut kepada media Onlen mengatakan,” akibat kurangnya daya tahan pada pinggir badan jalan dan ditambahkan dengan kuatnya air yang menempel serta mengikis tanah yang ada di bawahnya sehingga mengakibatkan terjadinya longsor pada tanah secara perlahan lahan dan membesar sampai sekarang, serta jalan cor tersebut sudah separuh tidak di atas tanah lagi sehingga jalan tersebut akan terancam ambrol karna abrasi /putus”ungkap Daweng, Rabu 18/03/2020

Lanjut Daweng, saya sebagai kepala desa hajak pernah membuat laporan ke Dinas PUPR kabupaten Barito Utara mengenai masalah telah terjadinya longsor yang sangat membahayakan pada badan jalan desa kami, dan ditanggapi oleh dinas PUPR dengan mendapat kucuran anggaran dana untuk perbaikan jalan dan tebing sebesar Rp 90.000 ,00 ,(sembilan puluh juta rupiah)

“Namun Saya dengan tegas menolaknya denga alasan jumlah panjang jalan yang longsor dan pembuatan tebing badan jalan saja dengan dana segitu saya merasa tidak bakalan cukup.

Secara teknis saya masih kurang paham sepenuhnya cuma kalau menurut saya kalau penanganan jalan tersebut menggunakan sistem pelaksanaan dengan cor siring yang menggunakan tanah itu pasti tidak akan bertahan lama atau akan longsor kembali.

Karna dengan dana yang sangat minim itu saya beranggapan akan membuat dana tersebut kurang bisa maksimal dalam penanganannya bahkan mungkin ada jalan yang tidak bisa tertangani sehingga ada rasa kecemburuan antara warga yang rumahnya dekat dengan jalan yang longsor tersebut.”ungkap kades

Saya mewakili warga saya, yang rumah nya dilokasi jalan lonsor berharap kepada pemerintah, supaya bisa cepat mengerjakan pembangunan siring dan jalan agar jalan kami bisa bagus kembali.

Bahkan warga yang tinggal dilokasi tidak was- was akan rumah mereka, kalau terlalu lama takutnya rumah warga saya akan roboh juga,”pungkasnya
(Iwan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan