Laskar Sholawat Madura Ingatkan Peryataan Tak Pantas Presiden Francis

jajaran tokoh Laskar Sholawat Nusantara, Wilayah Madura

SAMPANG, Newsrepublik.com- Jajaran tokoh pentolan laskar sholawat nusantara, wilayah Madura, ingatkan Presiden Francis Emmanuel Macron, terkait pernyataan Presiden yang dinilai menyudutkan ummat Islam dan mengina Nabi Muhammad SAW. Pernyataan tersebut sangat tidak pantas diucapkan oleh kepala negara.

Ketua pembina H. Ali Mustofa Laskar Sholawat Nusantara, Koordinator Wilayah (Korwil) Madura, ia sangat menyayangkan pernyataan Presiden Perancis Macron telah melukai hati ummat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan ummat Islam di Pulau Madura yang mayoritas beragama islam. Kami sebagai laskar sholawat yang sangat mengidolakan dan cinta Nabi Muhammad sangat tidak terima, dan mengingatkan Presiden Prancis untuk menarik pernyataan tersebut dan meminta maaf pada ummat Islam.Kamis (29/10/20).
“Apalagi saat ini di Pulau Madura merpakan bulan Maulid kelahiran Nabi Muhammad, yang mana hampir seluruh penjuru Madura melantunkan Sholawat Nabi Muhammad, mari saling menghargai perbedaan keyakinan tanpa harus mencederai keyakinan kami khususnya ummat Islam”Tegasnya.

Bacaan Lainnya

H. Abd Qodir Asid, ST sekaku, Wakil Pembina Laskar Sholawat wilayah Madura

Hal senada juga diungkapkan H. Abd Qodir Asid, ST sekaku, Wakil Pembina Laskar Sholawat wilayah Madura, Kami sangat kecewa pernyataan Presiden Prancis tersebut yang sangat melukai perasaan ummat Islam, jadi wajar jika dimana-mana menimbulkan protes dan kecaman dari ummat Islam dibelahan dunia.
Ditempat yang sama, ketua Korwil Madura. H. Syeirofi sh, kami dijajaran laskar sholawat wilayah Madura dengan bulat protes keras terhadap pernyataan presiden prancis, Semoga Emmanuel Macron segera mendapatkan hidayah dari pernyataan yang sangat melukai ummat Islam, kami sebagai laskar pencinta Nabi Muhammad mengingatkan untuk intrupeksi dan hati melemparkan penyataan yang melukai agama ada keyakinan Ummat Islam, apalagi hal itu dilontarkan setingkat kepala negara.
Lanjut H. Syeirofi sh, kami mengajak pada ummat islam untuk tetap berhati-hati pada gerakan Islamophobia, yakni kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan Muslim, hal itu sangat berbahaya. Jadi sekali lagi kami tegaskan mengutuk keras pernyataan Presiden Prancis tersebut.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prancis dianggap telah menghina Islam setelah menyebutnya sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.
Kemudian sikap Macron terhadap Islam, seperti penerbitan ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW, dan proyeksi karikatur-karikatur tersebut di dinding bangunan, memicu boikot produk Prancis di beberapa negara termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, Sudan, Palestina, dan Maroko.(kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan