Lumpuh dan Hidup Sebatang Kara, Lansia di Sampang Tak Pernah Terima Bantuan

  • Bagikan
Nenek Su'ah menderita sakit lumpuh selama 5 tahun

SAMPANG, Newsrepublik.com- Nasib malang menimpa seorang lansia di Sampang Su’ah (75), hidup sebatang kara dan tinggal di Rumah tidak layak huni. Keadaan itu semakin diperparah karena dirinya harus menghabiskan sisa umurnya di atas ranjang, lantaran didiagnosis menderita penyakit lumpuh.

Bahkan untuk menyambung hidup Lansia berusia 75 Tahun asal Dusun Tengah Desa Gunung Maddah Kec/Kab.Sampang, harus menunggu belas kasihan dari tetangga sekitar. Bahkan keadaan rumah Nenek itu lumayan jauh dari pemukiman padat penduduk warga dan hanya tinggal seorang diri.

Salah satu tetangga Misliyah (55) mengatakan, dirinya harus menyisihkan waktu untuk mengurus kebutuhan Su’ah, seperti membawakan makanan, dan membersihkan tempat tinggal dan kebutuhan yang lain. Bahkan yang paling sangat memprihatinkan ia juga mengatakan bahwa Su’ah selama ini tidak pernah menerima bantuan, baik dari pusat provinsi atau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

“Selama ini dia (Su’ah) tidak pernah menerima bantuan apapun,” ungkap Misliyah, Rabu (23/9/20).

Lanjut ia mengatakan, sebelumnya Nenek Su’ah itu bisa berjalan normal namun memang semenjak kecil sudah menderita cacat di bagian tangannya. Namun semenjak 5 Tahun terakhir mengalami lumpuh akibat terjatuh saat beraktivitas.

“Sudah Lima tahun Ibu Su’ah tidak bisa ke mana-mana, dan harus dibantu untuk makan, bahkan untuk mandi membersihkan diri harus di bantu,” jelasnya.

Atas kejadian yang dialami Nenek Su’ah mengundang banyak perhatian, salah satunya datang dari Didin pemuda aktivis di Sampang, darinya merasa prihatin atas kejadian yang di alami Nenek Su’ah. Selain itu ia juga merasa kecewa terhadap pemerintah desa (Pemdes) setempat, Lantaran diduga sudah tutup mata atas kejadian yang dialami lansia tersebut.

Padahal menurutnya untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan sosial pemerintah Indonesia sudah meluncurkan berbagai program bantuan untuk masyarakat miskin. Seperti Program BPNT, PKH, dan JKN. Ditambah semenjak ada pandemi wabah virus Corona (Covid-19) pemerintah juga memberikan berbagai jenis program bantuan, baik itu BST dan BLT-DD. Yang memang semua program itu diperuntukan untuk masyarakat miskin.

“Dari banyaknya program itu seharusnya pihak Pemdes mengikut sertakan Nenek Su’ah agar menerima bantuan tersebut. Padahal jika melihat keadaannya dia sangat layak menerimanya,” bebernya. (Jk/kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: