Mayoritas Desa di Bangkalan Trauma Jalankan BUMDes

Amir Lutfi, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Bangkalan saat diwawancarai di kantornya.

BANGKALAN Newsrepublik.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bangkalan hingga saat belum difungsikan secara maksimal. Bahkan, Desa yang mengembangkan BUMDesnya hanya hitungan jari

Tercatat dari sebanyak 273 Desa di Kabupaten Bangkalan, hanya ada sekitar lima Desa yang BUMDesnya berkembang. Sisanya masih belum ada kejelasan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Amir Lutfi mengatakan, sejauh ini pemerintah desa masih trauma untuk menjalankan kembali BUMDesnya akibat kasus korupsi kambing etawa pada tahun 2017 lalu.

“Desa masih trauma dengan kasus kambing etawa itu, sehingga mereka masih takut untuk menjalankan BUMDesnya kembali,” ujar dia, Selasa 25 Agustus 2020.

Secara aturan, Amir menjelaskan, memang semestinya pemerintah desa mengembangkan BUMDesnya sebagai salah satu sarana pendukung dalam pengembangan desanya sesuai arahan pemerintah.

“Pastinya setiap desa sudah ada arahan dari pemerintah provinsi maupun kementerian untuk menjalankan BUMDesnya sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan desanya. Tapi karena di Bangkalan masih trauma sehingga belum bisa,” jelas dia.

Namun meski demikian, Amir mengaku, saat ini pihaknya bersama pemerintah desa sedang menata kembali BUMDes itu, karena saat ini desa masih dilema.

“Jadi itu yang menjadi kendala tidak berjalannya BUMDes di Bangkalan, mau maju takut, mau mundur kita keliru,” ucap dia. (San/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan