Melihat Bendungan Peninggalan Belanda

  • Bagikan
Bendungan Tunjung, di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura.

BANGKALAN,Newsrepublik.com– Bendungan atau DAM Tunjung, di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, sempat menjadi salah satu tempat wisata warga sekitar, namun masa pandemi ini lokasi tersebut terlihat sepi dan hanya warga setempat yang melintas.

Berdasarkan beberapa sumber, Bendungan Tanjung, Kecamatan Burneh tersebut. dibangun tahun 1927 sama Pemerintah Kolonial Belanda pada masa Residen J.V, van Heijst. Atau tepatnya pada masa kepemimpinan R. AA Suryowinoto dan masih berfungsi dengan baik.
Pasalnya Belanda membangun Bendungan tersebut, untuk mengairi sawah-sawah yang ada di sekitarnya. Sebab, tanah pertanian di daerah Tunjung itu sangat baik untuk lahan pertanian. Dengan adanya irigasi produktifitas pertanian akan meningkat. Apalagi waktu itu Belanda memberlakukan tanam paksa padi di Madura.

Selain untuk pertanian, pembangunan dam itu bertujuan untuk mengantisipasi banjir dari Burneh ke Bangkalan. Adanya bendungan itu untuk memecah aliran supaya tak terlalu banyak mengalir ke Bangkalan. Dam Tunjung masih berdiri kokoh dengan beberapa kali perbaikan. Yang jelas, sebagian besar bendungan itu masih kokoh.


Anisa (34) salah satu warga saat ditemui di lokasi Bendungan. ia mengatakan semasa sekolah saya saring datang ke tempat ini dan cukup ramai pengunjung terlebih di hari libur, namun masa pandemi covid-19 ini, lokasi Bendungan terlihat sepi dari pengunjung.Jum’at (2/10/20).

“Bahkan saat ini kaki jembatan yang melintasi bendungan sudah dihias dengan beberapa orname cat warna-warni dengan semburan air yang deras dibawah jembatan menambah keindahan Bendungan”ucapnya. (kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: