PC ISNU Bondowoso Ajak Masyarakat Berfikir Positif Kepemimpinan Khofifah -Emil

BONDOWOSO, TerbitanNews.com – Setahun di bawah kepemimpinan Khofifah – Emil, Jawa Timur, untuk masa jabatan 2019-2024. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Bondowoso Moh Abd. Khalik, mengajak masyarakat Bondowoso refleksi dan Do’a bersama di Pendopo Bupati, Jum’at (21/2/2020)

“Kami ingin mengajak masyarakat berpositiv thinking. Karena melihat perkembangan pemimpinan di Indonesia, sejak era reformasi ini seakan-akan terbangun pemikiran masyarakat yang selalu negatif,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara respon baik yang diberikan oleh Gubernur Khofifah kepada masyarakat Bondowoso, dalam satu tahun ini sangat dirasakan. Beliau (Khofifah red) sudah hadir empat kali, dua kali kunjungan bencana alam dan dua kali kunjungan lainnya.

“Beliau responnya bergerak cepat. Kejadian banjir bandang sore, ia langsung turun ke Bondowoso,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu sudah sangat positif karena secara langsung memberikan kekuatan dan spirit melawan bencana. Walaupun masih banyak prestasi beliau seperti anggaran pengentasan kemiskinan dan sebutan tokoh perempuan terkuat di Jawa Timur.

Mungkin secara umum kata Kholik, bisa dirasakan oleh masyarakat. Akan tetapi yang menyuarakan mana?. “Kami ISNU Bondowoso, seandainya pemikiran positif dibangun oleh masyarakat kepada pemimpin kita, mungkin keresahan akan berkurang,” jelasnya.

Menurutnya, saling curiga satu dengan yang lain bisa berkurang. Bahkan kejadin yang anarkis karena pemikiran negatif bisa juga berkurang.

“Contoh kejadian kemarin di Bondowoso ada orang stres karena ada isu yang berkembang, ada penculikan anak. Orang stres saja digebukin oleh masyarakat. Ini ada apa masyarakat kita kok selalu ada pemikiran yang negatif hingga penyelesaian selalu anarkis,” ungkapnya.

Selain itu, respon masyarakat terhadap pemerintahan selalu aneh dan yang dinilai dari sisi negatifnya saja.

Pernah dipimpin oleh orang yang luar biasa secara keilmuan, seperti BJ Habibi yang diakui kepintarannya oleh dunia. Itupun masih menuai kritikan negatif dari masyarakat. Kalau bahasa rakyatnya tidak cocok, dan selalu salah.

Kemudian, pernah juga dipimpin oleh seorang kiai yang luar biasa, begitupun kritik negatif dari masyarakat luar biasa. Lalu dipimpin oleh seorang yang ke ibuan banget, Ibu Megawati, ternyata juga sama, respon yang muncul dari masyarakat selalu yang negatif

Selain itu, pernah dipimpin oleh latar belakang militer, yang kebapa’an. Bahkan, respon masyarakat lebih parah lagi karena orang mengungkapkan melalui simbol dalam demo yang membawa kerbau, dipantatnya bertuliskan nama beliau.

Sekarang dipimpin oleh orang yang sangat merakyat, Itupun masih dianggap tidak benar dan dinilai negatif oleh masyarakat.

“Orang jauh-jauh dari ujung timur datang ke Jakarta bahkan naik pesawat dengan ongkos sendiri hanya untuk mencaci maki pemimpin kita. Kami PC ISNU di Bondowoso melihat! Apa sebegitunya pemimpin kita ini, tidak ada benarnya, tidak ada satu hal yang positif yang dilakukan mereka,”

Kenapa masyarakat menyuarakan lebih lantang kepada hal-hal yang negatif. Kalaupun ada yang positif hanya kecil sekali yang mereka suarakan.

Bahkan mencaci maki beliau-beliau itu. Padahal mereka itu orang tua kita sendiri (pemimpin red). Kalau orang Madura bilang “Bepak Bebuk Guru Ratoh” jadi empat orang tersebut sama saja seperti orang tua kita sendiri.

Informasi dihimpun, dalam acara refleksi dan doa Jatim Harmoni akan ada kain aspirasi yang diisi oleh para undangan. Berupa unek-unek apapun saja selama satu tahun yang akan diantar langsung oleh PC ISNU Bondowoso kepada Gubernur Khofifah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan