Pemkab Sampang Tidak Akan Menyediakan Tempat Berburu Takjil di Bulan Suci Ramadhan

  • Bagikan
Ilustrasi

SAMPANG,Newsrepublik.com- Menjelang datangnya Bulan suci Ramadhan selalu ditunggu secara antusias bagi kalangan masyarakat muslim di seluruh dunia.

Seperti yang diketahui, bulan suci Ramadhan tersebut, merupakan bulan yang penuh dengan ampunan bagi umat Islam dan bulan yang sangat berbeda dari bulan-bulan biasnya.

Hal itu, sebab umat muslim akan menjalankan ibadah puasa yang diwajibkan selama 30 hari, dan ibadah yang hanya dilaksanakan di bulan suci tersebut, yakni Sholat tarawih.

Sehingga, kalangan masyarakat muslim disaat menjalankan ibadah puasa banyak momen yang akan dilakukan mulai dari ngabuburit saat menjelang sore dan berburu takjil di Bazar yang biasanya disediakan oleh pemerintah setempat.

Namun, pada bulan suci Ramadhan yang akan jatuh pada 13 April 2021 mendatang ini, momen berburu takjil rupanya akan ditiadakan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Disperindagkop Sampang, Slamet Ariyadi mengatakan, bahwa ditiadakan Bazar Takjil di Sampang lantaran banyak pertimbangan.

Menurutnya, pertimbangan yang paling mendasar lantaran disebabkan saat ini masa Pandemi Covid-19 yang masih masiv dan terus mengancam kesehatan manusia.

Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran virus berbahaya tersebut, pihaknya akan meniadakan Bazar Takjil dan tidak akan menyediakan tempat yang biasanya terbuat dari Gazebo yang biasa digunakan saat Bazar.

“Biasanya bazar takjil biasanya bertempat di area Monumen Trunojoyo dan depan Pasar Margalela Sampang,” ujarnya Kepada Newsrepublik.com, Jumat (09/4/21).

Lanjut Slamet, menurutnya, keputusan ditiadakan pelaksanaan Bazar Takjil dari tahun sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak OPD terkait.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, bahwa tidak akan melarang jika ada warga yang berjualan takjil di pinggir jalan atau didepan rumahnya.

Namun kendati demikian, pedagang yang berjualan takjil itu akan mendapatkan pengawasan secara ekstra, sebab masa pandemi masih belum berlalu.

“Tentunya di masa Pandemi Covid-19 ini, para pedagang diimbau untuk menerapkan Prokes,” pungkasnya. (Joko/Kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: