Tujuh Sumur Peninggalan Panjilaras

  • Bagikan
Areal Makam Panjilaras, di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, sampang

SAMPANG,Newsrepublik.com- Berkunjung ke tujuh sumur peninggalan pangeran panji laras, di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mengisyaratkan perjuangan Pangeran Panjilaras saat menyebar agama Islam di tanah Madura.

Penemuan tujuh sumur kuno tersebut tahun 2010 lalu oleh tokoh masyarakat setempat KH. Ikhsan Mawardi Dahri (Alm). Asal mula penemuan tujuh sumur Pangeran Panji Laras, dikisahkan dengan cukup unik. Sumur yang hingga kini dijadikan sumber kehidupan warga Desa Madegan, Kelurahan Polagan Sampang.

Hasan Sadili melanjutkan juru kunci 7 sumur Panjilaras, yang merupakan putra (Alm) KH Ikhsan Sadili Dahri saat ditemui di kediamannya, ia mengatakan penemuan tujuh sumur itu, melalui tirakat atau bertapa di pasarean Pangeran Panji Laras selama 41 hari. Kamis (18/6/2020).

“Pada malam hari yang bertepatan dengan tanggal ganjil, sering terdengar suara tanpa orang. Anehnya, suara itu mengisyaratkan atau meminta untuk melakukan penggalian tujuh sumur di sekitar Paserean. Karena sumur-sumur itu, disebut bakal jadi sumber kehidupan atau penghuripan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Polagan”Terang Hasan Sadili.

Lanjut Hasan Sadili, tidak butuh waktu lama, bertepatan pada tanggal 10 Oktober 2010, KH. Ikhsan bersama warga Madegan lainnya, menggali tujuh sumur sesuai isyarat saat bertapa. Pada saat proses penggalian berlangsung, ditemukan benda-benda yang diduga peninggalan Pangeran Panji Laras.

Ditemukan tujuh sumur tersebut juga lengkap dengan nama-nama setiap Sumur yang berbeda-beda di antarannya, sumur Wudhud, sumur Pemandian Kuda, sumur Asah Taji, sumur Sahabat, sumur Pertemuan, sumur Pemandian Ayam dan sumur Sari Taman.

Dikatakan Hasan Sadili, Konon, sumur yang dijadikan penghuripan warga Madegan ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda, sesuai nama masing-masing sumur. Semisal sumur Wudhud, pada dahulu kala, digunakan sebagai tempat berwudhu sang Pangeran Panji Laras dan seterusnya.

Berdasarkan beberapa cerita masyarakat setempat, Pangeran Panji Laras ini, dikenal sebagai tokoh agama Islam yang memiliki keunikan dalam menyebarkan agama pada masa silam. Karena cara dalam mengajak warga untuk masuk Islam menggunakan cara yang tidak seperti biasanya, seperti metode ceramah dan pendekatan lainnya.

Akan tetapi, Pangeran Panji Laras menggunakan cara nyentrik, semisal melalui cara mengadu ayam dengan perjanjian atau kesepakatan, pemilik ayam yang kalah dalam aduan itu, maka harus bersedia masuk Islam. Pada akhir hayatnya, Pengeran Panji Laras dikebumikan di Kelurahan Polagan Sampang.(KH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: