Ketua Bumdes Desa N6 : Karena Banyak Nunggak, Masyarakat Yang Mau Pinjam Kami Stop Dulu

LABUHANBATU,   terbitan.com Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa N6 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara perlahan – lahan mengalihkan usaha dari penjualan alat – alat bangunan menjadi usaha Simpan Pinjam.

Ketua BUMDes Desa N6 Aek Nabara yang pertama Edi Saputra membuka usaha BUMDes penjualan alat -alat bangunan tetapi usahanya terus merugi dan dilanjutkan oleh Arti menjadi ketua BUMDes Desa N6 Aek Nabara berdasarkan hasil pemilihan, dan setelah serah terima Usaha BUMDes berlahan dialihkan menjadi usaha simpan pinjam oleh Arti Ketua BUMDes yang baru.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua BUMDes Desa N6 Aek Nabara yang baru Arti (35), Kamis (5/5/2020) menyampaikan bahwa pencarian Dana BUMDes yang pertama sesuai laporan pada serah terima dengan dana lebih kurang Rp.600.000.000,- yang digunakan untuk membuka usaha Penjualan alat – alat bangunan (Panglong).

Ketua BUMDes N6 Aek Nabara ini juga menyebutkan karena usaha BUMDes N6 Aek Nabara usaha penjualan alat – alat bangunan merugi dan tidak mungkin dipertahankan, BUMDes mendapat kucuran dana Rp.300.000.000,- yang digunakan untuk usaha simpan pinjam.

Simpan pinjam tersebut telah berjalan mulai dari bulan September 2019 dan sampai bulan Desember 2019 diberhentikan karena banyak yang nunggak (macet).

“Untuk sementara ini kami stop proses pinjaman baru pak, karena banyak yang nunggak, dan kami lakukan perbaikan sistem agar kedepannya lebih tertip lagi dan pembayarannya lebih lancar” jelas Arti.

Arti juga menambahkan bahwa pinjaman yang telah diproses dan diterima masyarakat Rp.170.000.000,- dan dana BUMDes N6 dengan peminjam terdiri dari tiga kelompok dan sisa didalam rekening BuMDes Rp.130.000.000,-.

Dalam waktu dekat ini kami akan mengucurkan kembali pinjaman kepada masyarakat dengan sistem berkelompok.

Arti juga menjelaskan bahwa pinjaman berbentuk kelompok yang diajukan oleh Kepala Dusun dan diperoses oleh pengurus BUMDes sesuai dengan prosedur yang telah disepakati sesuai dengan studi kelayakan yang telah kami ikuti, jelas Ketua BUMDes.

Ketua BUMDes ini juga sempat membeberkan kalau baru – baru ini sekitar bulan Februari 2020 BUMDes kembali menyewa satu unit Ruko milik Lasijo di Desa Pematang Seleng dengan sewa Rp.23.000.000,- per tahun untuk melanjutkan usaha penjualan alat -alat bangunan yang dipindahkan dari Jalan Ahmat Yani Desa Emplasmen Aek Nabara.

Arti juga menjelaskan bahwa alat – alat bangunan tidak ada lagi pembelian, kami hanya menghabiskan barang – barang yang masih ada, dan kami juga berencana akan melakukan lelang yang kami perhitungkan dengan Rp.80.000.000,- dengan modal awal lebih kurang Rp.600.000.000,- jelas Ketua BUMDes.

Untuk usaha simpan pinjam Arti juga menyampaikan tidak ada memegang ijin usaha berupa koprasi atau pun badan hukum lainnya, dan Arti juga menyebutkan semua atas persetujuan pendamping desa, Kepala Desa N6, Camat Bilah Hulu dan Bagian UMKM dari Kabupaten Labuhanbatu, tuturnya.

Dalam pencairan pinjaman tidak ada dibebankan biaya administrasi, tetapi hanya uang terimakasih sesuai dengan besarnya pinjaman, kalau pinjamannya Rp.3.000.000 uang terimakasihnya Rp.30.000,- dan kalau pinjamannya Rp.5.000.000,- uang terimakasih Rp.50.000,- yang diterima oleh Ketua BUMDes dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi, beber Arti.

Sedangkan untuk kepala dusun diberi Rp.5000 per orang untuk jasa pengutipan pengganti uang minyak, jelasnya.

Sedangkan pinjaman masyarakat dibebankan bunga 2,5 % dengan pembagian 1,5% untuk pemasukan BUMDes dan 1% untuk simpanan peminjam / nasabah, sebut Ketua BUMDes Desa N6 yang baru.

Menurut Ketua BUMDes Desa N6 Aek Nabara, apa yang telah dilakukannya tidak masalah dan tidak melanggar aturan yang ada.

Masyarakat Desa N6 Aek Nabara SRS (38) menyampaikan Kamis (5/3/2020) bahwa kami telah mengajukan pinjaman ke BUMDes tetapi sampai sekarang tidak ada proses, dan kami menduga pencairan pinjaman mengandung unsur Nepotisme, dan hanya teman atau keluarga dari pengurus BUMDes saja yang dapat pinjaman, jelasnya.

Ketua DPC LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negara) Kabupaten Labuhanbatu Martobet Manalu (46) Kamis (5/3/2020) menyampaikan bahwa pelaksanaan BUMDes Desa N6 Aek Nabara diduga ada kecurangan – kecurangan dan kita berharap agar Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu agar segera melakukan Audit untuk penyelamatan uang negara, dan juga kepada aparat Kepolisian dapat melakukan Lidik atas BUMDes Desa N6 ini, jelas Martobet Manalu.

(VanHoten Sitorus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan