Tolak Pengadaan Mobil Dinas, Aliansi Sampang Menggugat Demo Pemkab

SAMPANG, Terbitan.com – Puluhan masa dari Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Sampang Menggugat melakukan aksi damai dalam rangka menolak pengadaan mobil Dinas dan menekan Pemerintah untuk mengeluarkan Kabupaten Sampang dari wilayah kategori miskin.

Pantauan terbitan.com, Aliansi Sampang Menggugat melayangkan penolakan atas sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sampang, di antaranya kebijakan yang tidak pro rakyat seperti pembelanjaan mobil dinas dibalik masyarakat yang menjerit, dan masih tetap di rangking satunya Kabupaten Sampang dalam kategori angka kemiskinan di Jawa Timur (Nomor satu sebagai Kabupaten tertinggal).

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya Moh. Hari korlap aksi menyampaikan prihatin atas masih banyaknya rakyat miskin di Kabupaten Sampang yang belum mendapat perhatian pemerintah setempat. Namun, menurutnya yang paling disayangkan dibalik masyarakat yang menjerit Pemerintah malah asyik dengan mengadakan pembelian mobil mewah.

“Rakyat masih banyak yang tidak punya tempat tinggal, tidak punya tempat berteduh. Tapi kenapa pemerintah malah asyik belanja mobil mewah, apakah ini yang dinamakan hebat bermartabat,” teruak Hari dalam orasinya, Selasa (10/03/2020).

Menurutnya dengan panggilan rohani dirinya sangat kecewa atas kebijakan pemerintah Kabupaten Sampang yang dinilai sangat tidak pro terhadap rakyatnya. Mereka menganggap kebijakan pemerintah bukanlah kebijakan yang akan memajukan Kabupaten Sampang.

“Kami atas nama masyarakat Sampang menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, menolak pengadaan mobil dinas, dan kami akan menunggu selama 10 hari kerja untuk melihat kebijakan ini, jika tetap kami akan datang kembali dengan jumlah masa yang lebih banyak,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Forum Madura Bersatu (Formabes) Kabupaten Sampang H. Maula Zaini, menurutnya benar apa yang disampaikan kawan-kawannya dalam orasi, ia sangat tidak sepakat dengan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat.

“Kepercayaan telah diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati kita dalam pemilihan beberapa waktu lalu. Dengan harapan agar menjadi pemimpin yang amanah dan berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan untuk golongan pejabat saja,” ungkapnya usai aksi.

Aba Maula sapaan karib H. Maula Zaini menambahkan aksi ini semata-mata dilakukan hanya untuk menyuarakan suara rakyat di mana kami selaku masyarakat Kabupaten Sampang malu jika terus menerus dikatakan paling miskin dari Kabupaten lain.

“Kami harap akan ada perubahan di Kabupaten Sampang ini, kapan akan bebas dari peringkat nomor satu sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Timur, kapan rakyat akan makmur seperti yang dijanjikan saat kampanye, kami semua menunggu itu,” singkatnya.

Sementara mewakili Bupati Sampang, Asisten Pemerintah Kabupaten Sampang H. Abd Hannan mengatakan penganggaran mobil dinas telah direncanakan di tahun sebelumnya, ia menyebutkan bahwa mobil dinas itu merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi.

“Mobil dinas ini sudah direncanakan sebelumnya, dan tendernya pun kami tender bebas, secara terbuka dan langkah yang kami lakukan memang sudah sesuai dengan aturan yang ada,” kata Hannan saat menemui masa.

Selain itu mantan Kepala DPRKP itu menjawab poster warga tidak mampu yang dibawa oleh masa, ia meminta semua diajukan agar mendapat bangunan atau program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Sebelumnya kami sudah banyak membangun RTLH, kalau memang ada itu segera ajukan saya jamin itu akan dibangun di tahun ini juga, segera ajukan ini bukan omong kosong, sekarang diajukan besok kami surve, dan akan kami bangun,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan