Disdik Sampang Himbau Pembangunan Sekolah Perhatikan Standat Bahan

Ilustrasi

SAMPANG, Newsrepublik.com- Mulai direalisasikannya kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi Ruang Kelas, Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar beberapa wilayah Kabupaten Sampang. Harus memperhatikan Standardisasi bahan bangunan yang digunakan.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, ada sebanyak 31 kegiatan pembangunan dan rehabilitasi yang tersebar di lembaga sekolah menengah pertama (SMP) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2020.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diungkapkan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Ach Toharuddin mengatakan, pihak Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) harus betul-betul memperhatikan bahan bangunan yang akan digunakan. Baik itu besi, Pasir dan kayu harus sesuai standardisasi.

“Standardisasi kayu yang digunakan jenis Kalimantan, yaitu Kempas dan Meranti, sementara harus menggunakan ukuran 10 mm,” ungkap Toharuddin saat ditemui, Senin (26/10/20).

Lebih lanjut Toharuddin menjelaskan, menurutnya selain harus memperhatikan ketentuan bahan bangunan yang digunakan, pihak pelaksana sekolah (P2S) juga harus bertanggung jawab jika memaksa menggunakan bahan di luar ketentuan tersebut.
“Pihak pelaksana harus bertanggung jawab, harus diganti atau di bongkar,” tegasnya.
Sementara itu, pihaknya menegaskan bahwa sejauh pelaksanaan pembangunan, pihaknya belum menerima laporan terkait adanya penyimpangan di bawah. Baik itu dari konsultan pengawas ataupun masyarakat.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan yang lain. Semua berjalan sesuai ketentuan,” paparnya.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di salah satu sekolah menegah pertama (SMP) Kecamatan Camplong. Dan hasilnya sudah sesuai dengan ketentuan,” Pungkasnya. (Jk/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan