Lembaga Pendidikan SD dan SMP Akan Terima 10 GB Paket Internet Gratis

  • Bagikan
Nor Alam, Plt Kadis Disdik Kabupaten Sampang

SAMPANG, Newsrepublik.com- Mulai merebaknya wabah pandemi virus corona (Covid-19) yang mulai menginfeksi semenjak Merat 2020. Menyebabkan sejumlah kegiatan sosial masyarakat di batasi. Selain kegiatan sosial yang dibatasi, kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) juga harus menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sampang, khususnya dalam bidang pendidikan, meski sudah keluar dari zona merah kegiatan KBM masih hanya sebagian yang menerapkan proses pembelajaran tatap muka.

Menurut Nor Alam, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, dirinya mengatakan, menurutnya, untuk saat ini KBM Sekolah Menengah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sampang masih setengah menerapkan proses pembelajaran tatap muka.

“Meski sudah memasuki Zona Kuning pihak kami masih belum berani menerapkan KBM secara penuh. Karena kondisi saat ini masih rentan,” ungkap Nor Alam saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (09/9/20).

Selain itu, pihaknya juga menegaskan proses KBM secara tatap muka baru 50%, di mana proses pembelajarannya sebagian masih menggunakan sistem Daring (Dalam Jaringan) yaitu menggunakan pembelajaran via Online yang dilakukan dari rumah siswa masing-masing.

Karena sebagian harus menggunakan KBM secara Daring (Online), untuk membantu Siswa agar lebih mudah mengakses tugas yang diberikan oleh guru pendamping. Pihak Disdik sampang bersama Perusahaan Operator Telekomunikasi Seluler Indonesia (TELKOMSEL) berencana akan memberikan bantuan Kuota internet secara gratis ke Siswa yang memiliki HP berbasis Android.

“Saat ini masih proses koordinasi dengan pihak Telkomsel, namun di pastikan untuk 1 lembaga pendidikan akan mendapat 10 GB Kuota internet secara gratis,” tegasnya.

Sekedar informasi, penerapan sistem pembelajaran secara tatap muka, Disdik Sampang baru terapkan 50% di tingkat Desa. Sementara untuk wilayah Kota Kabupaten Sampang pihaknya hanya menerapkan sebanyak 25%. Hal itu karena saat ini untuk wilayah perkotaan masih masuk Zona Oranye. (Jk/kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: