Sekolah Paket (PKBM) Di Sampang Sudah Terima BOP Tahap pertama

  • Bagikan
Kasi PNFI Moh. Hanafi Kusairi Disdik Sampang

SAMPANG, NewsRepublik.com- Semenjak memasuki tahun ajaran baru pada bulan Juli kemarin, kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, menerapkan sistem belajar Daring dan Luring. Hal itu tak lain untuk memutus penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Penerapan protokol kesehatan tersebut tak hanya berlaku ditingkat pendidikan itu saja, ditingkat yang lain juga sama, seperti sekolah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang lebih kita kenal sekolah paket juga harus menerapkan sistem pembelajaran yang sama.

Seperti yang disampaikan Dinas pendidikan (Disdik) sampang, melalui Kasi PNFI Moh. Hanafi Kusairi, dirinya mengatakan, penerapan protokol kesehatan bukan hanya ditingkat sekolah formal, ditingkat sekolah paket (PKBM) juga menerapkan belajar dari rumah (BDR).

“Proses belajarnya sama, menggunakan Daring atau Luring,” terang Hanafi, Selasa (11/8/20).

Lanjut Hanafi mengatakan, untuk di Kabupaten Sampang sendiri sekolah paket (PKBM) jumlahnya ada 31 lembaga, yang tersebar di setiap kecamatan di kabupaten sampang. Dan semuanya mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP) dari pemerintah pusat.

“Hanya mendapat bantuan operasional, dan itu tergantung dari dana yang masuk dari pusat,” terangnya.

Sementara itu, dari 31 lembaga pendidikan PKBM di sampang, pemerintah pusat memberikan BOP sekitar 6 miliar per tahun, mulai dari Paket A, B, dan Paket C yang dibagikan ke masing-masing lembaga tersebut.

“Proses pencairan BOP itu dilakukan 2 tahap pencairan selama satu tahun, tergantung dari proses pengajuannya. Untuk tahap pertama sudah di cairkan bulan kemarin,” pungkasnya. (Jk/kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: