Oknum Kades di Sumenep Berhentikan Lima Aparat Desa

SUMENEP, Newsrepublik.Com – Kepala Desa Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga memberhentikan secara sepihak terhadap lima perangkat desanya.

Ke lima perangkat desa itu adalah Mutasar kadus Ambaan, Mudarip Kaur Pembangunan, Mukhlis Kaur Pemerintahan, Anto Kaur Kesra dan Horrapsun Kaur Umum.

Bacaan Lainnya

“Ada lima orang perangkat desa yang diberhentikan oleh pak kades, termasuk saya,” kata salah satu perangkat Desa Aeng Baja Raja yang diberhentikan, Mudarip, Rabu (5)7/2020).

Pemberhentian itu dinilai Mudarip tidak berdasar karena kelimanya tetap aktif masuk kerja seperti biasa. Dtengah-tengah aktifitasnya bekerja di Balai Desa mereka menerima surat peringatan yang isinya memintanya untuk mengundurkan diri.

“Tiba-tiba kami menerima surat. Dalam surat itu kami diminta untuk mundur, tanpa alasan yang jelas. Surat permintaan mundur itu sampai dua kali. Kami tidak mundur karena tidak merasa melanggar aturan. Setelah itu turunlah surat pemberhentian kami,” paparnya.

Pemberhentian itu dinilai bertentangan dengan Perbup Nomor 8 tahun 2020, dimana surat pemberhentian aparat desa, harus disertai rekomendasi dari Camat. Sementara, dalam hal ini tidak ada surat rekomendasi camat

“Dalam surat pemberhentian pun tidak disertakan alasannya kenapa kami diberhentikan dari aparat desa. Padahal kami tidak pernah berbuat kesalahan di desa, terutama yang berkaitan dengan kerja kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kades Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto, Ahmad Mustain Romli menyatakan, terbitnya surat pemberhentian aparat desa itu sudah sesuai dengan mekanismenya. Namun, ia enggan menyebutkan alasannya dengan dalih sudah ada di surat pemberhentian itu.

“Pemberhentian aparat desa itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Kades Aeng Baja Raja.

Ditanya perihal rekomendasi dari Camat, lelaki yang akrab disapa Mamat itu mengaku, untuk memberhentikan aparat desa tidak harus ada surat rekomendasi dari Camat.

“Sesuai aturannya, tidak harus ada rekomendasi dari camat perihal pemberhentian aparatur desa,” tukasnya. (zola/kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan