Puluhan Ribu Penerima JKN-KIS di Bangkalan Dicoret

  • Bagikan
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan saat diwawancarai di ruangannya.

BANGKALAN, Newsrepublik.com -Sebanyak 70 ribu orang penerima Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Bangkalan dicoret dari daftar kepesertaan.

Hal itu lantaran 70 ribu orang itu tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab sesuai dengan peraturan presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020, semua penerima bantuan dari pusat harus terdata dalam DTKS.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan berdasarkan data dari dinas kesehatan dan dinsos Bangkalan, saat ini peserta KIS yang terdaata di DTKS sebanyak 481 orang setelah penghapusan.

“Tapi angka itu masih belum final, karena survei pemutakhiran data masih terus dilakukan. Jadi bisa saja data yang dihapus bertambah,” katanya, Selasa (06/10/2020).

Selain itu, Nur Hasan juga menyampaikan, di Bangkalan ada 150 ribu orang yang masuk di DTKS, tetapi tidak masuk peserta KIS. Untuk itu, dia meminta perbaikan data terus dilakukan agar penerima bantuan kesehatan bisa tepat sasaran dan mendapat bantuan dari pusat melalui KIS.

“KIS yang tidak masuk dalam DTKS akan dihapus oleh pusat dan akan menjadi beban APBD daerah Kabupaten Bangkalan melalui beakesmaskin. Sementara yang masuk DTKS tapi bukan penerima KIS secara otomatis akan mendapat KIS tahun depan,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sudiyo menambahkan, selain beakesmakin, pemerintah daerah juga melakukan pembiayaan kesehatan melalui penerima bantuan iuran daerah (PBID).

“Masih ada 41 ribu yang kita tanggung melalui PBID yang masuk DTKS dan tidak masuk KIS,” ucapnya. (San/kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: