Makam Raja Pamekasan Ronggosukowati

  • Bagikan
Pasarean Panembahan Ronggosukowati di Komplek Pemakaman Raja-raja Pamekasan di Kolpajung, Pamekasan.

PAMEKASAN,Newsrepublik.com- Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur, juga menyimpan sejarah peradaban peninggalan raja-raja Madura kala itu. Bahkan di pusat kota Pamekasan ada Makam Raja Ronggosukowati terletak di depan pasar tradisional Kolpajung atau 2 kilometer ke utara dari Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

Selain makam Raja Ronggosukowati, terdapat pula makam Ratu Fatima atau dikenal dengan Ratu Inten dan makam putra mahkota Pangerat Jimat, anaknya. Terlihat nisan makamnya unik dengan ukiran hiasan cantik khas ukiran kuno.Minggu (25/10/20).

Makam Raja Ronggosukowati berada di komplek utama pemakaman yang terletak di kelurahan Kolpajung, Pamekasan tersebut. Untuk ke sana, pengunjung harus melewati dua pintu masuk agar sampai di makam tokoh yang juga disebut Pangeran Aria Sona.
Riwayat Raja Ronggosukowati lebih banyak dikenal lewat legenda maupun cerita-cerita tutur tentang kehebatannya. Dia disebut berkuasa di Pamekasan menggantikan ayahnya, Pangeran Bonorogo alias Nugroho.

Menurut Yadi, juru kunci makam Ronggosukowati, tentang kehebatan raja Islam pertama Pamekasan itu diceritakan ketika Madura pernah diserang oleh orang-orang Bali yang berhasil menewaskan Pangeran Lor I dari Sumenep. Namun di perbatasan Pamekasan, tepatnya di daerah Jungcangcang, prajurit-prajurit Ronggosukowati melawan dengan gagah berani dan berhasil menghancur-leburkan pasukan Bali. Dari peristiwa ini, kedudukan Ronggosukowati bertambah kuat dan semakin terkenal di Madura.

Terkenalnya Ronggosukowati dalam siasat perang hingga penyebaran agama Islam di bumi pulau garam juga membuat banyak yang melakukan ziarah ke makamnya. Kehadiran pengunjung yang hadir tidak hanya di pulau Madura dan Jawa saja.” terangnya.

Riwayat Ronggosukowati lebih banyak dikenal lewat legenda maupun cerita-cerita tutur tentang kehebatannya. Dia disebut berkuasa di Pamekasan menggantikan ayahnya, Pangeran Bonorogo alias Nugroho.

Saat Ronggosukawati mulai memegang kekuasaan, wilayah Pamekasan masih terbagi dalam beberapa kerajaan kecil. Misalnya, wilayah Blimbingan diperintah oleh Pangerah Nurogo, adiknya, dan daerah Jamburingin diperintah Pangeran Suhra dari keturunan Palakaran, Arosbaya, Bangkalan.(kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: