Makam Sunan Bangkalan Dikelilingi Puluhan Bungker

BANGKALAN,Newsrepublik.com- Salah satu makam keramat di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, adalah makam Raden Jakandar. Letaknya di Desa Ujung Piring, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, sekitar 2 kilometer setelah Pasarean Syaikhona Cholil di Desa Martajesah.

Pantauan dilokasi, Makam Raden Jakandar atau Sunan Bangkalan ini menarik tidak hanya karena sosok Raden Jakandarnya. Tetapi juga karena di sekeliling kompleks makam terdapat bungker peninggalan zaman penjajahan Jepang, mulai dari pintu masuk makan dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Salah satu bungker yang kondisinya masih utuh yang letaknya dekat pintu masuk makam. Bungker itu hanya 50 meter dari tempat parkir, tertutup rimbun perdu, pohon pisang, dan rumput gajah. Dari kejauhan hanya tampak atap saja, seolah menyembul dari gundukan tanah.

Pintu masuk bungker terletak di sisi timur, baru terlihat setelah menyibak tanaman liar. Suasana di sekitarnya gelap pekat dan harus berjongkok untuk masuk ke bungker itu. Di langit-langit terdapat potongan besi tembus ke atas.

Raden Jakandar dikenal juga dengan sebutan ‘Syekh Magribi’. Abd Qodir (43), salah seorang warga setempat, bercerita bahwa julukan itu diberikan karena konon pusaranya memancarkan cahaya tiap kali waktu magrib tiba. Menurut sebagian cerita konon makam Syekh Magribi ditemukan orang buta. Lewat mata batinnya, orang buta itu kerap melihat cahaya di pesisir pantai Desa Ujung Piring. Sabtu (31/10/20)

“Setelah ditengok oleh warga, ditemukanlah satu komplek pemakaman kuno dan salah satunya diyakini sebagai pusara Raden Jakandar yang juga disebut Sunan Bangkalan keturunan dari Kerajaan Pelajaran”.terangnya.

Terlihat tak jauh dari benteng, ada bungker lain yang kondisinya sudah hancur dan hanya menyisakan fondasi saja. Pada bagian tengahnya tampak kubangan besar dan di dindingnya terdapat lubang seperti bekas tembakan.

Sayangnya, situs bersejarah ini tak terawat dan akses jalan ditumbuhi pohon liar. Padahal bungker tersebut merupakan situs penting yang bisa dijadikan tempat wisata edukasi sejarah perjuangan di Pulau Madura.(kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan