Penemuan Pusaka Pangeran Trunojoyo Sampang

  • Bagikan
Diyakini pusaka tombak milik Pangeran Trunojoyo

SAMPANG,Newsrepublik.com- Ditemukannya pusaka Pangeran Trunojoyo, berupa tombak atau dalam bahasa Madura yaitu “tombhek”. di areal Monumen Trunojoyo Sampang, menjadi spirit tersendiri bagi salah satu tokoh muda H. Daiman dan beberapa komunitas di Kabupaten Sampang.

Penemuan pusaka tersebut, semakin membangkitkan jiwa nasionalisme dan ingin terus mengenal lebih jauh sosok Pangeran Trunojoyo, yang merupakan salah satu pejuang anti penjajah pada zaman dahulu. Pangeran Trunojoyo merupakan tokoh yang disegani oleh masyarakat Madura, beliau di kenal tegas dan bertanggung jawab dalam melindungi rakyatnya. Dalam melindungi rakyatnya, pangeran Trunojoyo menggunakan berbagai senjata yang dapat membahayakan lawannya.

Menurut H. Daiman salah satu tokoh Muda Asli Sampang Kota, ia mengatakan penemuan salah satu benda pusaka yang diyakini milik pangeran Trunojoyo 15 tahun lalu berupa tombak, hingga saat ini masih tersimpan rapi dan terawat.Kamis (16/7/20).

“Saat pusaka tombak tersebut ditemukan, hal ini menjadi semangat baru khususnya bagi komunitas kami sebagai pemuda Sampang untuk mengenal tokoh Pangeran Trunojoyo yang asli pemuda Sampang yang luar biasa perjuangannya di zaman penjajahan, bahkan beberapa kakek dan bunyut kami sempat menceritakan tokoh beliau”.terangnya.

Lanjut H. Daiman, bahkan menurut sebagian cerita, Pangeran Trunojoyo mampu mempersatukan masyarakat Madura dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah. Di Kabupaten Sampang hingga saat ini masih tersimpan tempat kelahiran beliau, yakni Pababaran Raden Trunojoyo menunjukkan lokasi penguburan ari-ari di Kampung Babaran, Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.

Sementara berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, Pangeran Trunojoyo dengan cepat berhasil membentuk laskar, yang berasal dari rakyat Madura yang tidak menyukai penjajahan Mataram. Pemberontakan Trunojoyo diawali dengan penculikan Cakraningrat II, yang kemudian diasingkannya ke Lodaya, Kediri. Tahun 1674 Trunojoyo berhasil merebut kekuasaan di Madura, dia memproklamirkan diri sebagai raja merdeka di Madura barat, dan merasa dirinya sejajar dengan penguasa Mataram. Pemberontakan ini diperkirakan mendapat dukungan dari rakyat Madura, karena Cakraningrat II dianggap telah mengabaikan pemerintahan.(kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: