Tradisi Maulid Nabi di Sampang Madura

  • Bagikan

SAMPANG, Newsrepublik.com –Maulid Nabi diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Umat muslim bersuka cita menyambut kelahiran sosok suri teladan yang baik itu yang akan jatuh pada 29 Oktober 2020 mendatang. Namun dibeberapa daerah di Sampang, Madura, Provinsi Jawa Timur, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, selama satu bulan penuh dengan bergantian dari rumah ke rumah warga.

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu acara keagamaan bagi umat Islam, yang di selenggarakan pada 12 Robiul Awal. Namun berbeda bagi umat muslim di Daerah Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur, di sebagian wilayah masyarakat sangat antusias menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sejak tanggal 1 Rabiul Awal.

Seperti di wilayah Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Terpantau sudah ada masyarakat yang melangsungkan acara tersebut meski di awal bulan Rabiul Awal.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Camplong, H Ishaq mengatakan, menurutnya, Nuansa menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayahnya memang berbeda dengan daerah lain. Di mana masyarakat secara bergantian melangsung acara Maulid Nabi selama Satu Bulan penuh yaitu dari tanggal 1 hingga sampai tanggal 30 bulan yang sama.

“Acara maulid nabi Muhammad SAW di wilayah kami di selenggarakan selama satu bulan penuh. Di lakukan secara bergantian oleh masyarakat,” ungkap H Ishaq, Minggu (18/10/20).

Lanjut Ishaq mengatakan, acara seperti itu sudah berlangsung sejak dulu. Di mana tujuannya agar masyarakat saling gotong royong membantu tetangganya yang sedang melangsungkan acara maulid nabi tersebut.

“Acara maulid nabi di sini berlangsung sehari semalam, ada juga yang sehari selesai. Jadi memang bergantian dari dulu,” terangnya.

Ia juga menjelaskan acara maulid nabi di wilayahnya tidak diselenggarakan di Masjid atau pun Mushola, melainkan mayoritas di rumah masing-masing warga. Dengan mengundang sanak keluarga dan tetangga sekitar.

Dengan berbagai susunan acara, seperti kegiatan marhaban dan pembacaan lantunan sholawat Nabi yang dilakukan di malam hari. Di lanjutkan dengan acara puncak di lakukan di pagi hari atau sore hari.

“Antusias Masyarakat menyambut hari kelahiran Baginda Nabi besar Muhammad SAW khususnya di sampang memang berbeda dengan daerah lain,” pungkasnya. (Jk/kh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: