Usia Ratusan Tahun Gapura Santo Merto

Areal Pesarean Pangeran Santo Merto, di Kelurahan Karangdalam Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang

SAMPANG,Newsrepublik.com- Areal makam dan Gapura pintu masuk ke makam Pangeran Santo Merto, menjadi salah satu situs peninggalan di Kelurahan Karangdalam Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang yang berusia ratusan tahun. Bahkan berdasarkan tulisan yang dibuat Disporabudpar Sampang yang berada di areal lokasi. Pangeran Santo Merto (saudara Rato Ebuh) adalah pemangku pemerintahan di Pulau Madura yang berkedudukan di Sampang pada masa pemerintahan Raden Praseno.
Pasalnya Beliau ditunjuk sebagai penguasa Mataram di Madura dengan gelar Pangeran Tjakraningrat 1. Saat itu, pusat pemerintahan dipusatkan pada Madeggan Sampang dengan alasan untuk mengembalikan pusat pemerintahan pada tempat leluhurnya, semula di Tonjung Bangkalan.

Berdarkan pantauan dilokasi, terlihat bangunan pintu gerbang (gapura) terlihat sangat kuno dan disisi atas gapura bertuliskan kaligrafi arab, namun dibeberapa bagian bata terlihat mulai keropos. jalan akses menuju lokasi ini dapat ditempuh dari Pusat Kota Sampang selama ± 10 Menit dari Pusat Kota Sampang. Dengan kondisi jalan yang bagus serta sudah ada penunjuk arah menuju lokasi ini.

Bacaan Lainnya

H. Abd Hamid salah satu keturunan juru kunci makam Pangeran Santo Merto, saat ditemui dilokasi, ia menjelaskan keberadaan bangunan gapura dan makam ini sejak awal sudah seperti ini tidak ada yang berubah, bahkan menurut abah dan sesepuh terdahulu bangunan tersebut susunan bangunannya tidak menggunakan semen dan tersusun rapi bata-bata kunonya, memang diberapa bagian mulai terliat ada yang keropos karena termakan usia yang susah ratusan tahun.Jum’at (23/10/20).

“Memang berdasarkan cerita banyak versi, bahkan menurut beberapa literasi beliau merupakan saudara Ratoh Ebuh Madegan, Sampang dan sempat menjadi Raja Madura Barat sekitar tahun 1600-an,”Terangnya.

Lanjut H. Abd Hamid, di era saat ini pasarean Pangeran Santo Merto, oleh masyarakat sekitar biasa disebut Bujuk Lambak (Madura) hingga kini diyakini dapat memudahkan hajat seseorang terkabulkan dengan tawassul dan meminta pada Allah SWT, hingga saat ini, Pasarean Pangeran Santo Merto masih sering didatangi oleh para peziarah dari luar daerah. Untuk warga sekitar, biasanya berziarah pada malam Jum at. Hampir dari semua warga yang pernah berziarah, memberikan kesaksian yang hampir sama.

“Dari beberapa cerita dan literasi yang ada, beliau merupakan salah satu tokoh leluhur Kabupaten Sampang, yang sangat berpengaruh khususnya di kerajaan Madura Madura waktu itu, sehingga sudah selayaknya generasi selanjutnya menghormati dan meneladani jasa-jasa beliau.(kh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan