Ekonomi

Harga Properti di Bali Melonjak hingga 50%, Investasi Dinilai Semakin Menjanjikan

114
×

Harga Properti di Bali Melonjak hingga 50%, Investasi Dinilai Semakin Menjanjikan

Share this article
Harga Properti di Bali Melonjak hingga 50%, Investasi Dinilai Semakin Menjanjikan
Wisata Desa Adat di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi wisatawan yang berkunjung.

NewsRepublik.com, Ekonomi – Tren tak terduga tengah terjadi di pasar properti Bali. Para pengembang menemukan bahwa konsumen mancanegara menunjukkan ketertarikan tinggi pada konsep desain yang seragam—berakar dari minimalisme Skandinavia namun dibalut dalam gaya universal yang mengedepankan kenyamanan dan fungsionalitas.

Fenomena ini bukan kebetulan belaka, melainkan mencerminkan pandangan fundamental tentang cara menikmati hidup yang melampaui batas geografis.

Sebagai catatan, sepanjang 2024, Bali mencatat kedatangan wisatawan sebanyak 5,2 juta orang, meningkat 24,5% dibanding tahun sebelumnya. Dalam iklim pasar real estat yang semakin kompetitif, properti dengan nilai arsitektur yang kuat tercatat mampu mendongkrak harga jual hingga 7% sampai 15%. Tren pertumbuhan wisatawan yang terus berlanjut menjadikan hal ini sebagai faktor yang signifikan.

Beberapa kawasan dengan permintaan tinggi bahkan mengalami lonjakan harga properti hingga 50%. Sementara itu, sepanjang 2024, permintaan pembelian properti meningkat 14%, menjadikan diferensiasi desain sebagai strategi penting dalam memenangkan persaingan pasar.

Namun, di balik geliat pasar, terdapat dinamika sosial yang lebih mendalam. Bali kini menjadi melting pot budaya, di mana masyarakat lokal hidup berdampingan dengan pendatang dari berbagai daerah dan negara. Mereka kerap disatukan oleh preferensi estetika yang sejalan.

Dari interaksi tersebut, tumbuh komunitas multikultural yang secara alami mengembangkan gaya arsitektur baru yang melampaui latar belakang budaya masing-masing individu.

Salah satu pendekatan desain yang muncul adalah gaya Scandinasian—perpaduan minimalisme Skandinavia dengan sentuhan khas Asia. Filosofi lagom dari Skandinavia—yang berarti “cukup, tidak berlebihan”—menghasilkan tata ruang yang mewah namun tetap nyaman.

Founding Partner OWIU Studio yang berbasis di Los Angeles, Amanda Gunawan, menilai fleksibilitas desain Skandinavia menjadi alasan kuat mengapa gaya ini mudah dipadukan.

“Desain ini menggabungkan antara fungsi dan estetika, serta berupaya menciptakan harmoni dalam setiap ruang. Gaya Skandinavia menonjolkan desain yang timeless dan mengedepankan kualitas pengerjaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).


Desain Hunian Modern Bali

Garis arsitektur yang tegas, pemanfaatan material alami, serta pencahayaan natural yang optimal menjadi elemen kunci dalam menciptakan hunian yang fungsional dan nyaman. Sentuhan minimalisme Jepang dipadukan dengan filosofi harmoni khas Bali, menghasilkan rumah yang terasa akrab dan menyegarkan bagi pembeli lokal maupun internasional dari berbagai latar budaya.

Perpaduan berbagai gaya desain ini menjadi pendekatan yang menarik. Konsep vila Bali dengan ukiran batu dan detail ornamen rumit kini mulai ditinggalkan. Pengembangan hunian modern lebih menonjolkan tata ruang terbuka dengan proporsi luas, mirip dengan rumah-rumah di Stockholm atau Copenhagen. Penataan ruang mengikuti prinsip desain Skandinavia, yang mengedepankan fungsi pada setiap area, namun dalam skala lebih besar untuk memenuhi ekspektasi pembeli asing yang terbiasa dengan hunian lega.

Pemilihan material turut mengikuti gaya tersebut, dengan kayu alami bertekstur sebagai elemen dominan. Sentuhan akhir pada kayu menciptakan kedalaman visual khas interior Skandinavia, sementara aksen logam yang digunakan secara strategis menambahkan nuansa elegan tanpa berlebihan.

Pendekatan ini juga menyesuaikan kecenderungan masyarakat Skandinavia terhadap material yang dianggap semakin menarik seiring bertambahnya usia. Namun, di Bali yang beriklim tropis, aspek perawatan menjadi krusial dan dapat menentukan keberhasilan investasi properti.

Pencahayaan alami dimaksimalkan melalui penggunaan jendela-jendela berukuran besar, namun tetap menjaga privasi penghuni. Di sisi lain, sistem penyimpanan mengadopsi desain built-in khas Skandinavia yang dipadukan dengan kepraktisan tropis, menghasilkan furnitur modern yang tetap menjaga tampilan ruangan rapi dan tertata.


Perawatan Jadi Faktor Krusial

Aspek perawatan menjadi elemen penting yang tak bisa diabaikan dalam pembangunan properti, terlebih ketika unit tidak ditempati selama berbulan-bulan saat menunggu untuk disewakan. Desain yang baik tak hanya memikat secara visual, tetapi juga memperhitungkan kemudahan perawatan jangka panjang.

Di wilayah tropis seperti Bali, detail akhir atau finishing membutuhkan perlakuan khusus. Tujuannya, agar bangunan mampu bertahan dari kelembapan tinggi dan paparan sinar UV, sekaligus tetap terlihat menarik seiring waktu. Hal ini sejalan dengan filosofi desain Skandinavia yang menyebut bahwa desain berkualitas akan semakin bernilai seiring bertambahnya usia.

Sesuai prinsip dasar pengembangan properti, pemilihan lokasi menjadi faktor penentu keberhasilan investasi. Kawasan seperti Munggu dinilai menawarkan keseimbangan antara aksesibilitas dan ketenangan. Lokasinya yang strategis, berada di antara wilayah yang telah berkembang, tetap mempertahankan atmosfer pedesaan yang menjadi ciri khas Bali. Pendekatan yang menekankan integrasi dengan komunitas lokal juga menjadi nilai tambah, memastikan pengembangan berjalan selaras dengan lingkungan sekitar, bukan justru terasing dari masyarakat setempat.

“Pembeli mancanegara kini jauh lebih cermat dalam memilih desain. Mereka sudah banyak bepergian, tinggal di berbagai negara, dan memahami makna kualitas,” ujar Shanny Poijes, Pendiri dan CEO CORE Concept Living. “Mereka bukan hanya membeli properti, tetapi berinvestasi dalam gaya hidup yang merefleksikan perspektif global. Pendekatan Scandinasian sangat relevan karena merangkum nilai-nilai desain terbaik dari berbagai budaya dan menciptakan ruang yang elegan sekaligus nyaman.”

Di sisi lain, tren desain Japandi juga terus berkembang sepanjang 2025. Gaya ini menggabungkan minimalisme Jepang dan fungsionalitas Skandinavia dengan pendekatan biofilik, keberlanjutan, dan teknologi cerdas. Fokus utamanya terletak pada efisiensi, kesederhanaan, serta hubungan yang kuat dengan alam.

Perpaduan gaya Skandinavia-Jepang kini telah mencuri perhatian pasar global, dan banyak diterapkan dalam hunian mewah mulai dari Singapura hingga Los Angeles. Ciri khasnya terletak pada kenyamanan maksimal, penggunaan material alami, serta desain fungsional yang memenuhi ekspektasi pembeli modern yang mengutamakan efisiensi dan ketenangan.


Standar Durabilitas Tinggi

Keberlanjutan tercapai secara alami lewat standar durabilitas ala Skandinavia dan desain yang mengutamakan efisiensi energi. Dipadukan dengan strategi ventilasi alami, hunian-hunian ini hanya memerlukan penggunaan pendingin udara minimal, namun tetap menjaga kenyamanan dan pencahayaan interior yang optimal. Pendekatan ini juga melibatkan keterampilan pengrajin lokal, menghasilkan karya kontemporer yang menggabungkan teknik tradisional dengan kualitas modern.

Tren desain ini mencerminkan pemaknaan baru pembeli properti internasional terhadap kualitas hidup masa kini. Mereka menginginkan ruang yang elegan sekaligus nyaman, impresif namun tetap layak huni. Perpaduan kehangatan khas Skandinavia, kesadaran desain ala Jepang, dan harmoni Bali menciptakan hunian yang universal dan cocok untuk berbagai kalangan. Oleh karena itu, estetika ini memiliki pengaruh kuat di tengah lanskap multikultural Bali. Ketika pembeli dari Australia, Eropa, Amerika, dan Asia sama-sama mengapresiasi prinsip desain serupa, hal ini menandakan ditemukan sebuah nilai universal.

Pendekatan Scandinasian bukan hanya soal perubahan estetika, melainkan sebuah paradigma baru tentang makna kualitas dalam konteks iklim tropis. Alih-alih bersaing dengan keindahan alam Bali lewat dekorasi berlebihan, hunian ini justru melengkapinya dengan kesederhanaan dan kualitas tinggi. Konsep desain tersebut menghadirkan ruang otentik yang merupakan perpaduan Skandinavia-Asia, sekaligus sangat sesuai dengan gaya hidup di negara kepulauan seperti Indonesia.