Polemik PKL SGB, Satpol-PP Enggan Ikut Campur

para PKL SGB saat rapat bersama di Kantor Satpol-PP Bangkalan


BANGKALAN, Newsrepublik.com –
Polemik Pedagang Kali Lima (PKL) di lingkungan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) tak kunjung usai dan belum menemukan kesepakatan.

Padahal, para pedagang sudah diberikan waktu dan tempat oleh satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Bangkalan untuk duduk bersama guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Namun pertemuan yang diselenggarakan di kantor Satpol-PP Bangkalan itu tak membuahkan hasil yang positif, sebagian pedagang tetap bersikukuh ada dugaan pungli dan penggelapan uang iuran oleh ketua paguyuban mereka.

Bahkan dalam pertemuan itu, sebagian pedagang menginginkan ketua paguyuban PKL SGB yang saat ini dijabat Moh Fauzi diganti oleh pedagang lain karena selama kepemimpinannya dianggap tidak transparan.

“Berapa jumlah pedagang, berapa hasil iuran itu dan kemana hasilnya, itu yang saya inginkan, padahal saya bendahara tapi kenapa saya tidak digunakan,” ungkap Iin, salah satu pedagang yang menginginkan pergantian ketua paguyuban saat rapat di kantor Satpol-PP, Rabu (23/09/2020).

Menanggapi hal itu, salah satu pengurus paguyuban PKL SGB, Ika menyarankan agar tidak ada pergantian ketua paguyuban untuk sementara ini, sebab menurut dia permasalahan ini bisa diperbaiki tanpa harus mengganti ketua.

“Minimal 2 tahun lah dalam menjabat, apalagi ini kan belum dapat setahun, itu artinya masih butuh perbaikan atau evaluasi bersama,” kata dia.

Ika juga mengajak para PKL untuk menyelesaikan masalah internal itu secara baik-baik dan memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi secara bersama-sama.

“Jika SGB ini milik PKL bersama, maka harus diselesaikan secara bersama. Untuk saat ini biarkan ketuanya diteruskan oleh Fauzi dulu, baru nanti, gimana-gimananya kita benahi bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Urip Riyanto mengaku tidak ingin ikut campur dalam permasalahan para pedagang di stadion itu. Menurutnya langkah mempertemukan para PKL itu hanya sebatas kepeduliannya terhadap mereka.

“Jadi, kami Satpol-PP hanya memfasilitasi terhadap para PKL untuk urun rembuk terkait permasalahannya tadi itu,” kata dia.

Terkait pergantian ketua paguyuban PKL Stadion, Urip juga mengaku tidak mau tahu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada para pedagang.

“Kami Satpol-PP hanya mengetahui, masalah diganti atau tidaknya kami serahkan kepada mereka sendiri,” ucapnya. (San/kh)

Tinggalkan Balasan